Senin, 10 April 2017

Biografi Imam Muhammad Al-Bagir

( والباقر الساجد خير مهذب          العالم الرباني المتورع )
Kunyah beliau adalah Abu Ja’far, beliau disebut Al Bagir karena kejeniusannya yang tidak bisa dibandingkan dengan siapapun, kecerdasannya meliputi ilmu Dhohir dan Batin, beliau memahami hakikat hikmah-hikmah, tidak ada yang samar baginya kecuali yang dirahasiakan dari pandangan dan suara hati yang rusak, beliau adalah harta karun yang berisi pengetahuan.
Imam Al Jalil bin Madiniy meriwayatkan kisah Sayyidina Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhum, yang mengatakan pada Imam Muhammad Al Bagir pada masa kecilnya: ” Rasulullah SAW menitip salam untukmu “, Sayyidaina Jabir bercerita: “ Disaat aku sedang duduk disamping Rasulullah SAW. Bersama Sayyidina Husein yang sedang bermain dipangkuan beliau. Tiba-tiba Rasulullah berkata padaku: Wahai Jabir dia akan memiliki putra bernama Ali, setelah kiamat nanti akan ada suara berseru “ Wahai Pemimpin Ahli Ibadah Bangunlah “, maka putranyalah yang akan berdiri, kemudian dia juga akan memiliki putra bernama Muhammad, kalau nanti kau bertemu dengannya sampaikan salamku untuknya “.
Dialah Imam Muhammad Al Bagir keturunan Rasulullah SAW dari ayah maupun ibunya, banyak dari kalangan ulama’ yang mengambil ilmu serta pengetahuan dari beliau hingga tersebar keseluruh penjuru negri.
Ibu beliau adalah Sayyidatuna Fatimah binti Hasan bin Ali bin Abi Tholib Ridhwanullah ‘alaihim. Beliau dilahirkan di kota Madinah pada hari jum’at tanggal 2 Shofar tahun 57 Hijriyah tiga tahun sebelum terbunuhnya Sayyidina Husein Radhiyallahu’anhu.
Dan beliau meninggal di kota Madinah pada sekitar tahun 114,117,118 Hijriyah, Beliau dimakamkan di Baqi’ di sisi ayahnya di Kubah Al-Abbas, dan berwasiat agar dikafani menggunakan gamisnya (pakaiannya) yang biasa digunakan untuk sholat.
Putra-putra beliau adalah: Sayyidina Ja’far dan Abdullah, dan ibu mereka berdua adalah Sayyidatuna Farwah binti Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar Asshiddiq. Putra beliau juga adalah: Sayyidina Ibrahim dan Ali, Sayyidatuna Zainab dan Ummu Salamah.
Beberapa perkataan beliau: “ Ketika Kesombongan masuk  pada hati seseorang, pasti berkurang sebagian akalnya, seukuran kesombongannya atau bahkan lebih banyak “.
Beliau juga mengatakan: “ Kecemasan (rasa bimbang yang membuat hati kacau) bisa merasuki orang mu’min dan yang tidak mu’min, akan tetapi kecemasan tersebut tidak akan bisa merasuki, mengusik orang yang selalu mengingat Allah SWT (ahli dzikir) “.
Beliau mengatakan: “ Tidak ada ibadah yang lebih baik dari pada menahan nafsunya perut dan kemaluan “.
Beliau juga mengatakan: “ Saudara terburuk adalah mereka yang ada pada saat kau senang (memiliki harta) dan tidak peduli disaat kau susah (faqir) “.
Beliau mengatakan: “ Ketahui kasih sayang di hati saudaramu dengan hartanya dihatimu “.
Beliau selalu mengucapkan ketika tertawa: “ (اللهم لاتمقتقني), Ya Allah jangan kau benci aku “.
Dan beliau sangat mencintai Sayyidana Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’anhumaa.
Beliau juga mengatakan: “ Apalah dunia itu, Mau jadi apa kamu, Dunia hanyalah pakaian yang kau pakai, atau kendaraan yang kau kendarai, atau wanita yang kau nikahi “.
Beliau bercerita: “ Aku punya seorang teman yang mulia di mataku, dan yang membuatnya mulia di mataku karena dunia kecil (sepele) di matanya, dia pernah berpesan pada putranya: “Wahai putraku, jangan sekali-kali kau Malas atau Bosan, karena keduanya kunci kesusahan (kejelekan), jika kamu malas kamu tidak akan melaksanakan kebenaran, Jika kamu bosan kamu tidak akan sabar dengan kebenaran “.

Beliau memberitahu: “ Jika kamu ingin nikmatmu dijaga maka perbanyaklah membaca Alhamdulillah dan bersyukur atas nikmatmu pada Allah SWT, Jika rezekimu tidak lancar maka perbanyaklah membaca Istighfar, Jika ada yang membuatmu sedih maka bacalah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, dan Jika kamu takut suatu kelompok jahat bacalah Hasbunallah Wani’mal Wakiil, Jika ada yang membuatmu kagum bacalah Masyaallah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, dan Jika kamu tertipu katakan pada dirimu aku serahkan semuanya pada Allah SWT, sesungguhnya Allah maha melihat dan maha mengetahui atas hambanya, dan Ketika dirimu sumpek bacalah Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Inniy Kuntu Minadzzoolimin “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar