( والباقر الساجد خير مهذب العالم
الرباني المتورع )
Kunyah
beliau
adalah Abu Ja’far, beliau disebut Al Bagir karena kejeniusannya yang
tidak bisa dibandingkan dengan siapapun, kecerdasannya meliputi ilmu Dhohir dan
Batin, beliau memahami hakikat hikmah-hikmah, tidak ada yang samar
baginya kecuali yang dirahasiakan dari pandangan dan suara hati yang rusak, beliau
adalah harta karun yang berisi pengetahuan.
Imam
Al Jalil bin Madiniy meriwayatkan kisah Sayyidina Jabir bin Abdillah Radhiyallahu’anhum,
yang mengatakan pada Imam Muhammad Al Bagir pada masa kecilnya: ” Rasulullah
SAW menitip salam untukmu “, Sayyidaina Jabir bercerita: “ Disaat
aku sedang duduk disamping Rasulullah SAW. Bersama Sayyidina Husein yang sedang
bermain dipangkuan beliau. Tiba-tiba Rasulullah berkata padaku: Wahai Jabir dia
akan memiliki putra bernama Ali, setelah kiamat nanti akan ada suara berseru “
Wahai Pemimpin Ahli Ibadah Bangunlah “, maka putranyalah yang akan berdiri,
kemudian dia juga akan memiliki putra bernama Muhammad, kalau nanti kau bertemu
dengannya sampaikan salamku untuknya “.
Dialah
Imam Muhammad Al Bagir keturunan Rasulullah SAW dari ayah maupun ibunya, banyak
dari kalangan ulama’ yang mengambil ilmu serta pengetahuan dari beliau hingga
tersebar keseluruh penjuru negri.
Ibu
beliau adalah Sayyidatuna Fatimah binti Hasan bin Ali bin Abi Tholib Ridhwanullah
‘alaihim. Beliau dilahirkan di kota Madinah pada hari jum’at tanggal 2 Shofar
tahun 57 Hijriyah tiga tahun sebelum terbunuhnya Sayyidina Husein
Radhiyallahu’anhu.
Dan
beliau meninggal di kota Madinah pada sekitar tahun 114,117,118 Hijriyah,
Beliau dimakamkan di Baqi’ di sisi ayahnya di Kubah Al-Abbas, dan
berwasiat agar dikafani menggunakan gamisnya (pakaiannya) yang biasa
digunakan untuk sholat.
Putra-putra
beliau adalah: Sayyidina Ja’far dan Abdullah, dan ibu mereka berdua
adalah Sayyidatuna Farwah binti Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar
Asshiddiq. Putra beliau juga adalah: Sayyidina Ibrahim dan Ali, Sayyidatuna
Zainab dan Ummu Salamah.
Beberapa
perkataan beliau: “ Ketika Kesombongan masuk
pada hati seseorang, pasti berkurang sebagian akalnya, seukuran
kesombongannya atau bahkan lebih banyak “.
Beliau
juga mengatakan: “ Kecemasan (rasa bimbang yang membuat hati kacau) bisa
merasuki orang mu’min dan yang tidak mu’min, akan tetapi kecemasan tersebut
tidak akan bisa merasuki, mengusik orang yang selalu mengingat Allah SWT (ahli
dzikir) “.
Beliau
mengatakan: “ Tidak ada ibadah yang lebih baik dari pada menahan nafsunya
perut dan kemaluan “.
Beliau
juga mengatakan: “ Saudara terburuk adalah mereka yang ada pada saat kau
senang (memiliki harta) dan tidak peduli disaat kau susah (faqir) “.
Beliau
mengatakan: “ Ketahui kasih sayang di hati saudaramu dengan hartanya
dihatimu “.
Beliau
selalu mengucapkan ketika tertawa: “ (اللهم لاتمقتقني), Ya Allah jangan kau benci aku “.
Dan
beliau sangat mencintai Sayyidana Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’anhumaa.
Beliau
juga mengatakan: “ Apalah dunia itu, Mau jadi apa kamu, Dunia hanyalah
pakaian yang kau pakai, atau kendaraan yang kau kendarai, atau wanita yang kau
nikahi “.
Beliau
bercerita: “ Aku punya seorang teman yang mulia di mataku, dan yang
membuatnya mulia di mataku karena dunia kecil (sepele) di matanya, dia pernah
berpesan pada putranya: “Wahai putraku, jangan sekali-kali kau Malas atau
Bosan, karena keduanya kunci kesusahan (kejelekan), jika kamu malas kamu tidak
akan melaksanakan kebenaran, Jika kamu bosan kamu tidak akan sabar dengan
kebenaran “.
Beliau
memberitahu: “ Jika kamu ingin nikmatmu dijaga maka perbanyaklah membaca
Alhamdulillah dan bersyukur atas nikmatmu pada Allah SWT, Jika rezekimu tidak
lancar maka perbanyaklah membaca Istighfar, Jika ada yang membuatmu sedih maka
bacalah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, dan Jika kamu takut suatu kelompok
jahat bacalah Hasbunallah Wani’mal Wakiil, Jika ada yang membuatmu kagum
bacalah Masyaallah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, dan Jika kamu tertipu
katakan pada dirimu aku serahkan semuanya pada Allah SWT, sesungguhnya Allah
maha melihat dan maha mengetahui atas hambanya, dan Ketika dirimu sumpek
bacalah Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Inniy Kuntu Minadzzoolimin “.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar